Sinetron pagi jam 9 pagi di RCTI cukup menarik untuk diamati. mengingat cerita sinetron menyuguhkan background kehidupan sehari-hari di suatu pondok pesantren.
pondok pesantren yang bisa dibilang masuk kategori pondok modern yang mana di pondok ada santriwan dan santriwati, yang tentunya ada pemisahan diantara kedua jenis manusia ini.
cerita yang disajikan berintikan seorang santriwati yang dicintai oleh 3 orang santriwan yang bersahabat dan tergabung dalam 1 group band dan 4 santriwan yang lain. oh iya…pondoknya bernama Miftahul Jannah (entah bener ato endak) yang terlihat di layar.
yang perlu dicermati disini adalah dari sisi cerita yang isinya ternyata sepanjang alur cerita dari awal sampai akhir hanya berisikan perebutan cinta dari santriwati tsb di atas yang sepertinya diposisikan sebagai idola pondok. disetiap dialog terkadang digunakan bahasa arab juga.
yang jadi permasalah adalah bahwa di sinetron ini menurut saya menampilkan adegan keseharian pondok pesantren yang hanya diliputi perebutan seorang santriwati, tidak ada muatan agama apalagi akhlaq yang semestinya lebih ditonjolkan pada setiap adegan.
Jelas sekali ide cerita percintaan ini diangkat dengan latar belakang pondok pesantren hanya untuk meningkatkan rating terutama pada bulan Ramadhan tahun 2008 ini. Dan dengan jelas sinetron ini mendompleng kehidupan pesantren yang religius hanya untuk komersialisasi dari industri per-sinetronan.
Sudah semestinya hal ini tidak sampai terjadi, karena nanti akan terjadi salah persepsi yang pada ujungnya menggiring penonton acara sinetron ini kearah bahwa kehidupan pesantren ternyata sebatas itu saja. Yang pada akhirnya opini publik akan mendiskreditkan institusi pondok pesantren yang memiliki fungsi untuk membantu negara dalam membentuk generasi yang islami dan militan dalam beragama dan bersosial serta bermasyarakat.
Wallahu a’lamu Bishowab.
Filed under: Opini , cinta, coklat, pacaran, pesantren, pondok, santriwan, santriwati, sinetron, tembak




Komentar Terakhir