//
you're reading...
Journal

Ikut Hari Raya Kapan Untuk Tahun 2007 ????

Ass.wr.wb.

Untuk tahun ini sepertinya penetapan hari raya ‘idul fitri tidak bisa bersama lagi, hal ini membawa konsekuensi bagi ummat untuk memilih dalam mengikuti pelaksanaan hari raya ‘idul fitri.

Namun hal ini juga membingungkan ummat yg nota bene kurang begitu paham dengan ilmu untuk penetapan penanggalan ini. selain rumit bagi kalangan umum juga melibatkan ilmu astronomi yang kuat.

Untuk itu melalui tulisan ini dapat dilihat beberapa penetapan hari raya berdasarkan beberapa kriteria2 yang ada yang berlaku untuk hari raya tahun 2007 M / 1428 H.

1. Menurut Kriteria Rukyatul Hilal ( Limit Danjon )

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas, kalau Kriteria Limit Danjon diberlakukan maka semua wilayah Indonesia tidak mungkin menyaksikan hilal pada hari pertama terjadinya Ijtimak (11/9) pada saat setelah matahari terbenam. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas yang memegang teguh prinsip rukyatul hilal harus menolak persaksian seseorang yang menyatakan dapat merukyat hilal pada hari itu. Hilal baru mungkin dirukyat pada hari kedua pasca Ijtimak (12/9) . Dengan demikian bulan Ramadhan 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah. Berdasarkan peninjauan tersebut jika kita menganut prinsip Rukyatul Hilal maka tanggal 1 Syawal 1428 H akan jatuh pada hari:

Sabtu, 13 Oktober 2007

2. Menurut Kriteria Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada kalender yang menyatakan :

 

Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau

(3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.

 

Menurut Peta Ketinggian Hilal terlihat bahwa seluruh wilayah Indonesia posisi hilal berada pada ketinggian antara minus 1° di bawah ufuk sampai dengan 1° di atas ufuk saat matahari terbenam di masing-masing lokasi pada hari terjadinya ijtimak sehingga syarat imkanurrukyat belum terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut maka bulan Ramadhan 1428 H di istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari. Maka tanggal 1 Syawal 1428 H menurut pemerintah akan jatuh pada hari:

 

Sabtu, 13 Oktober 2007

3. Menurut Kriteria Wujudul Hilal

Kriteria Wujudul Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah yang dipedomani oleh Muhammadiyah menyatakan bahwa : “Jika setelah terjadi ijtimak, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam. Berdasarkan posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia maka syarat wujudul hilal sudah terpenuhi untuk wilayah terang (hilal di atas ufuk) dan belum memenuhi syarat untuk wilayah merah (hilal di bawah ufuk). Berdasarkan prinsip bahwa Indonesia adalah satu kesatuan wilayah hukum negara (konsep wilayatul hukmi) maka jika ada satu wilayah yang sudah wujud hilal maka berlaku untuk seluruh negara. Berdasarkan kondisi tersebut maka tanggal 1 Syawal 1428 H menurut Muhammadiyah jatuh pada hari :

 

Jumat, 12 Oktober 2007

 

( Maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan 1 Syawwal 1428 H )

 

 

Sementara menurut Persatuan Islam (Persis) dan beberapa ormas Islam yang juga menggunakan kriteria Wujudul Hilal namun dengan syarat “wujud” di Seluruh Wilayah RI. Karena hilal belum wujud untuk wilayah Papua, Maluku, sebagian Sulawesi dan Kalimantan maka 1 Syawal 1428 jatuh pada hari :

 

Sabtu, 13 Oktober 2007

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi 180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal. Keberhasilan rukyat di Zone Timur akan diikuti oleh Zone Barat dan keberhasilan rukyat di Zona Barat tidak diikuti oleh Zona Timur jika rukyat gagal di zona ini.

Melihat peta visibilitas maka akan sangat sulit bagi zona Timur untuk dapat melakukan rukyat pada hari pertama terjadinya Ijtimak atau tanggal 11 Oktober 2007 sementara Zona Barat berpeluang menyaksikabn hilal menggunakan alat optik. Berdasarkan hal tersebut maka 1 Syawal 1428 H jatuh pada hari:

 

Zona Timur : Sabtu, 13 Oktober 2007

 

Zona Barat : Jumat, 12 Oktober 2007

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Saudi

Kurangnya pemahaman terhadap perkembangan dan modernisasi ilmu falak yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut “hilal” baik yang “sengaja salah” maupun yang tidak disengaja. Klaim terhadap kenampakan hilal oleh seeorang atau kelompok perukyat pada saat hilal masih berada di bawah “limit visibilitas” atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi. Tidak hanya di Indonesia bahkan di negara-negara lain kasus ini sering terjadi misalnya Arab Saudi sebagai contoh. Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang “kontroversi”.

Kasus Idul Adha 1424 H yang lalu merupakan salah satu contoh. Bahkan baru-baru ini Saudi juga mengklaim dapat menyaksikan hilal Sya’ban pada 14 September 2007 saat hilal baru berumur sekitar 4 jam selepas ijtimak. Namun demikian keputusan Saudi taat diikuti oleh rakyatnya bahkan banyak diikuti juga oleh negara-negara lain termasuk sebagian masyarakat Indonesia.

Kalender resmi Saudi yang dinamakan “Ummul Quro” telah berkali-kali mengganti kriterianya. Ironisnya banyak istbat penentuan awal bulan justru tidak menggunakan kriteria kalender ini. Sulitnya merumuskan kriteria berdasarkan “klaim rukyat” ini karena kriteria rukyatul hilal yang dipakai Saudi hanya mendasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap laporan tersebut. Hanya dengan mengucapkan syahadah maka laporan tersebut sah adanya begitu tuntunan syariatnya.

Berdasarkan laporan-laporan klaim rukyat tersebut semakin nampak jelas bahwa kriteria awal bulan yang digunakan oleh Saudi lebih mengarah kepada kriteria “Ijtimak Qablal Ghurub” yaitu “.. jika ijtimak terjadi sebelum waktu maghrib (matahari terbenam) maka sore itu adalah awal bulan baru tanpa mengindahkan faktor-faktor yang lain misalnya ketinggian hilal saat terbenamnya matahari ..”. Dengan menggunakan acuan ini maka penetapan tanggal 1 Syawal 1428 H di Saudi akan jatuh pada :

 

Jumat, 12 Oktober 2007

 

( Ijtimak Qablal Ghurub / Ijtimak sebelum Matahari Terbenam )

Di Makkah, Saudi pada Kamis, 11 Oktober 2007 matahari terbenam pukul 18:00 Waktu Makkah dan Ijtimak terjadi pagi harinya pukul 08:02 Waktu Makkah. Tinggi hilal minus (-) 1° 1,7′ di bawah ufuk saat matahari terbenam.

 

Peluang lain Saudi juda akan ditetapkannya 1 Syawal berdasarkan kondisi wujudnya hilal di atas ufuk saat matahari terbenam di Saudi atau juga menggunakan kriteria rukyatul hilal, maka Saudi juga berpeluang menentukan 1 Syawal 1428 H jatuh pada hari :

Sabtu, 13 Oktober 2007

Nah….Bagaimana dengan anda? keputusan terbaik adalah anda sendiri yang menentukan, berdasarkan metode mana yang anda yakini silahkan untuk meyakini. Yang terpenting adalah masing2 keputusan ada tanggung jawabnya.

Semoga Allah selalu menjaga ukhuwah kita dalam ikatan Iman dan Islam. (sumber: rukyatulhilal.org)

Wassalaam.

 

 

Discussion

One thought on “Ikut Hari Raya Kapan Untuk Tahun 2007 ????

  1. very interesting, but I don’t agree with you
    Idetrorce

    Posted by Idetrorce | 15 December 2007, 23:07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: