//
you're reading...
Journal

Waralaba Syari’ah ATAU Kerjasama Operasional ???

Diskusi mengenai waralaba syari’ah yang diangkat oleh bapak hertanto Widodo member TDA cukup menarik untuk disimak, terutama sebagai alternatif sebuah sistem dari sistem waralaba yang telah ada saat ini.

Sebagaimana lazimnya sistem waralaba saat ini, adanya franchise fee & royalty fee inilah yang menjadi pokok dari munculnya istilah baru dari bapak2 dan rekan2 TDA untuk mengusung sebuah wacana baru dari sistem alternatif waralaba yaitu waralab syari’ah.

dalam islam memang telah ada banyak istilah perekonomian yang ada, al. : mudharabah, musyarokah, murobahah, istishna dll. Sayangnya saya tidak ada yang faham sekali dari semua istilah tersebut…🙂

Bagi saya yang masih awam ini, sebenarnya menganut prinsip yang sederhana dan tidak njlimet. Yang  Terpenting adalah bagaimana kita membuat sistem yang sama2 diuntungkan terlepas apakah itu dikatakan sistem waralaba atau sistem syar’i.

berangkat dari prinsip sederhana inilah yang membuat saya jadi berfikir, ditemani 2 teman saya yang sering juga ber-MM ria di luar TDA … tercetuslah konsep sederhana yang menurut saya dan 2 rekan saya, Insya Allah dapat diterima oleh mitra kerjasama kita.

Kalo dikatakan sistem waralaba, saya menolaknya karena memang belum berani untuk menyebut konsep ini adalah konsep waralaba. Saya dan 2 rekan saya lebih senang dengan istilah Kerjasama Operasional (KSO).
Dengan mengusung konsep KSO ini, antara pemilik merek dagang dan mitra KSO akan sama2 diuntungkan dan memiliki tanggung jawab yang sama serta akan saling support untuk mengenmbangkan outlite yang ada.

Bagaimana konsep ini berjalan ???

Kerjasama Operasional bukanlah Waralaba, pada konsep ini tidak ada yang namanya kewajiban untuk membayar fee waralaba & Royalty Fee. Karena konsep ini berdasarkan kerjasama bagi hasil dari pendapatan yang diperoleh. bagi saya konsep bagi hasil ini ada 2 :

1. Revenue Share: Bagi hasil ini diperoleh dari pendapatan kotor pada suatu outlite dalam periode tertentu, bergantung dari akad atau kesepatakan yang telah disetujui bersama.

2. Provit Share : Bagi hasil ini diperoleh dari pendapatan bersih (= KEUNTUNGAN BERSIH) pada suatu outlite dalam periode tertentu dari akad atau kesepakatan yang telah disetujui bersama.

mau pilih yang mana silahkan saja, yang jelas masing2 pilihan akan ada hak dan kewajiban yang berbeda.
biasanya jika memilih Revenue Share, Hak dari pemilik merek dagang lebih sedikit daripada mitra KSOnya. Sementara Kewajiban dari pemilik merek dagang lebih banyak daripada Mitra KSOnya.

jika memilih Provite Share, Hak dari pemilik merek dagang biasanya akan sama imbang daripada Mitrak KSOnya. Sementara kewajiban akan berbagi antara pemilik merek dagang dengan Mitra KSOnya.

bentuk konkritnya akan tergantung dari kesepakatan bersama dan tidak ada yang lebih diuntungkan atau lebih dirugikan. Karena kedua belah pihak akan saling bekerjasama untuk memajukan outlite yang ada. Sebagai gambaran sederhana saja, dimana Pemegang Merek Dagang dalam konsep ini bertanggungjawab terhadap material, produksi dan promosi global, sementara Mitra KSO bertanggungjawab untuk menjalankan outlitenya beserta segala kebutuhannya.

Mungkin tidak jauh berbeda dengan konsep Hak dan Kewajiban dari konsep waralaba.Namun yang menjadikan berbeda adalah akad bagi hasilnya. jk di konsep waralaba yang selalu diuntungkan adalah pemegang merek dagang namun pada konsep KSO keduanya akan diuntungkan jika memang suatu outlite mendapatkan keuntungan, apabila tidak mendapatkan keuntungan ya….tidak mendapatkan juga… begitu kira2.

Wallahu a’lamu Bishowab

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: