//
you're reading...
Kisah Bijak

Three Cups of Tea

“… (Di Pakistan dan Afganistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis, pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua, engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap untuk berbuat apapun – bahkan untuk mati.” – Haji Ali, Kepala Desa Korphe, Pegunungan Karakoram, Pakistan.

Itulah Cuplikan pembuka dari buku “Three Cups of Tea” yang sangat bagus dan saya rekomendasikan untuk dibaca siapa saja yang cinta pada perdamaian serta kemanusiaan dimuka bumi ini. Kisah nyata dari Greg Mortensen yang lahir di Minnesota tahun 1957, besar dilereng Kilimanjaro- Tanzania, disana ayahnya punya KCMC [Kilimanjaro Christian Medical Center], Greg lalu kembali ke Amerika masuk dinas militer mendapatkan “Army Commendation Medal” dan menghabiskan sisa waktunya sebagai pendaki gunung sampai saat menuju puncak K2 yang merupakan puncak tertinggi kedua didunia dia tersesat … yang akhirnya merubah total jalan hidupnya.

Greg tiba didesa Korphe setelah 7 hari tertatih dalam kondisi lemah dan kehilangan bobot sampai 15Kg ditengah cuaca yang sangat dingin ditolong oleh Haji Ali, dirawat dengan penuh kasih sayang diperlakukan bak tamu istimewa. Tersentuh atas keadaan sekitar yang sangat miskin, anak-anak duduk melingkar ditanah yang dingin dan membeku  untuk belajar, Greg melingkarkan tangannya kepundak Haji Ali, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini, AKU BERJANJI.”

Selama satu dekade berikutnya Greg melaksanakan janji itu membangun tidak hanya satu tetapi tujuhpuluh delapan sekolah didaerah tempat lahirnya Taliban. Sekitar 28000 anak bisa sekolah diwilayah Pakistan dan Afganistan, 18000 diantaranya wanita.

Bayangkan betapa beratnya pekerjaan ini, Greg mendirikan CAI [Central Asia Institute] yang mendanai pekerjaan ini dan menhabiskan beberapa bulan waktunya setiap tahun untuk tinggal didaerah tersebut walau dia tinggal di Montana dengan istri dan anaknya.
Resiko yang dihadapi Greg sangat besar, dicurigai oleh pihak Pakistan, CIA dan surat ancaman bertebaran, apalagi saat terjadinya peristiwa 11 September, Greg tidak surut untuk tetap membantu anak-anak muslim didaerah itu mendapat pendidikan … “one ordinary person, with the right combination of character and determination, who is really changing the world”

Banyak sukarelawan yang datang membantu, eks anggota Taliban, petani sekitar, dan relawan lain membantu pekerjaan kemanusiaan yang dibangun oleh Greg ….”Luar biasa”…hanya itu kata yang bisa saya ingat saat membaca buku ini.
Tanggal 14 Agustus 2008, Greg menerima penghargaan Sitara-e-Pakistan “Star of Pakistan” (Pakistan’ highest civilian award) untuk pengabdiannya terhadap pekerjaan kemanusiaan yang luar biasa ini.

Pemberian perhatian yang diberikan Haji Ali pada Greg tanpa memandang siapa dia, apa agamanya, apa warna kulinya berbuah manis, kelihatannya hanyalah bantuan kemanusiaan kecil tetapi “hati” Greg Mortensen digerakkan oleh sang Pencipta untuk memberi bantuan kemanusiaan yang jauh lebih besar, mengangkat harkat kehidupan anak-anak didunia terpencil yang bahkan dalam peta pun daerah itu tidak terlacak … rahasia dan rencana NYA memang menakjubkan.
Greg tidak hanya merasa kasihan tetapi dia melakukan “tindakan” untuk mengentaskan dan melaksanakan janjinya. Kita kadang hanya mau bertindak kalau ada uluran tangan terlebih dahulu, jarang berpikir kenapa tidak kita dahulu yang mengulurkan tangan. (Resensi by HMT)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: